Connect with us

Panduan Beli Kamera DSLR Secara Online Agar Tak Salah Pilih

panduan membeli kamera
Image: Victor Hanacek

Featured

Panduan Beli Kamera DSLR Secara Online Agar Tak Salah Pilih

Melihat rilisan kamera-kamera DSLR baru dengan ragam fitur anyar dan kemajuan teknologinya memang menggiurkan, terutama bagi mereka yang punya hobi fotografi. Tetapi kadang banderol harga yang diberikan mampu menguras kantong cukup dalam.

Oleh sebab itu, banyak pengguna kamera yang mencari alternatif lain dengan membeli kamera bekas secara online dari beberapa marketplace, seperti Tokopedia ataupun Bukalapak.

Namun, bagi mereka yang masih awam dalam membeli kamera bekas via online, hal ini pastinya menjadi sebuah tantangan tersendiri. Banyak pertanyaan bagaimana memilih kamera bekas yang tepat? apa saja yang harus diperhatikan? Dan lain sebagainya.

Nah, agar pengguna tidak salah dalam memilih dan membeli kamera DSLR bekas via online, perhatikan panduannya berikut ini.

1. Pilih Kamera Sesuai Kebutuhan

Ada banyak pilihan kamera DSLR di pasar online, mulai dari kamera untuk level pemula sampai dengan kamera untuk profesional. Hal ini penting diperhatikan karena banyak perbedaan antara kamera untuk pro dan entry-level.

Perbedaan paling signifikan tentu terletak pada fitur-fitur serta kemampuan dari kamera itu sendiri. Biasanya kamera DSLR untuk profesional memiliki fitur lebih lengkap, mulai dari sensor kamera, mode pengambilan gambar (foto dan video), dan lain-lain. Karena banyaknya fitur pendukung maka jangan kaget jika kamera DSLR pro memiliki harga yang lebih mahal dari kamera DSLR entry-level.

2. Cek Jumlah Shutter Count

Shutter count menunjukkan berapa banyak jumlah jepretan yang telah dilakukan sebuah kamera. Semakin sedikit jumlah angka shutter count-nya berarti kualitas kameranya juga masih terbilang baik.

Bagi pengguna yang mencari kamera entry-level, pastikan setidaknya kamera tersebut memiliki shutter count di bawah angka 10 ribu. Jika angka shutter count-nya sudah cukup banyak, maka itu bisa dijadikan alasan untuk menawar harga dari kamera yang diincar.

3. Perhatikan Lensa Kamera

Jika pengguna membeli kamera yang bukan body only alias termasuk lensa kit-nya, berarti pengguna juga harus memperhatikan kualitas dari lensa itu juga. Tanyakan kepada penjual, apakah lensa yang digunakan masih bersih dan tidak berjamur? Sebab adanya debu atau jamur pada lensa kamera dapat mempengaruhi hasil jepretan.

4. Cek Apakah Terdapat Dead Pixel

Untuk mengetahui hal ini, minta penjual untuk mengambil beberapa foto dari kamera yang henda dibeli. Lalu perhatikan, apakah hasil foto yang diambil terdapat bagian yang tidak berwarna? Jika ya, maka bisa dipastikan itu adalah dead pixel.

Bila menemukan hal ini, ada baiknya urungkan niat membeli kamera tersebut dan cari kamera lain.

5. Cek Autofocus

Sering ditemukan kamera bekas dengan fungsi autofocus yang sudah lemah. Untuk mengecek autofocus, arahkan dan bidik kamera pada sebuah objek. Bila dengan cepat kamera tersebut dapat fokus pada sebuah objek dalam waktu kurang dari dua detik, maka boleh dikatakan kamera masih dalam kondisi baik.

6. Cek Fungsi Tombol Pada Kamera

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh pembeli kamera bekas adalah mengecek tombol-tombol yang terdapat pada bodi kamera. Tanyakan dan pastikan semua tombol pada kamera berfungsi dengan baik.

7. Pastikan Semua POrt Berfungsi Normal

Cek setiap port di kamera berfungsi dengan baik, mulai dari slot SD card, audio input (jika ada), display port (jika ada) dan lain-lain.

8. Garansi

Biasanya kamera bekas sudah melewati masa garansi, namun pembeli bisa meminta garansi personal kepada penjual dengan jangka waktu setidaknya 2 minggu untuk melakukan pengetesan pribadi secara menyeluruh terhadap kamera yang hendak dibeli.

Hal ini penting untuk melindungi pembeli dari penipuan. Dan jika ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan penjelasan dari penjual, maka pembeli bisa melakukan komplain.

Continue Reading
Comments

More in Featured

To Top